I. PRAKATA
Segala hormat dan puji syukur kami haturkan dihadapan hadirat Tuhan Yang
Maha Pengasih dan Maha Penyayang, pencipta dan penguasa alam semesta
beserta seluruh makhluk ciptaan-Nya. Karena hanya berkat, rahmat dan
hidayah-Nya saja buku ini dapat terlaksana, tercetak, diterbitkan dan
hadir di hadapan para pembaca.
Harapan dan doa kami bagi seluruh para pembaca buku ini, kiranya tidak
berasumsi negatif terlebih dahulu dan salah paham didalam penilaian
untuk mencari kebenaran dari Tuhan. Biarlah Tuhan saja yang senantiasa
memberkati dan mengurapi setiap pembaca buku ini dengan hikmat, ma'rifat
dan kebijaksanaan supaya mereka semua mendapatkan kebebasan ancaman
hukuman neraka jahanam, serta menerima tawaran anugerah keselamatan dan
undangan kepastian masuk surga bagi semua orang yang beriman kepada
Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi serta
Tuhan dan Juruselamat seluruh umat manusia.
Harapan dan doa ini kami panjatkan hanya didalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin... Amin ya Robbal alamin...
Tangerang, Januari 2005
Oleh
Paulus M.
P.O BOX. 6825/JKB.TA
JAKARTA 11068
II. BELAJAR DAN SYIAR
Berawal
dari tahun 1986 saya mengalami sebuah musibah kecelakaan kerja.
Sehingga berakibat fatal dan merasa sangat gagal total didalam
mencita-citakan segala hal. Dari situlah akhirnya saya mengambil suatu
keputusan untuk memperdalam ilmu agama Islam sebagai bekal dan persiapan
untuk pindah hidup di alam yang lebih kekal. Maka pada tahun 1989, saya
masuk ke sebuah Pondok Pesantren mendalami ilmu syariat Islam, kemudian
tahun 1992 saya pindah ke Pondok Pesantren Thoriqoh, terus tahun 1996
saya memperdalam ilmu kegaiban di sebuah pulau yang dikenal cukup rawan.
Dari
tahun 1997 itu saya mendapat tugas mengemban misi untuk syiar agama
Islam, dan waktu itulah saya berambisi sekali untuk mengIslamkan
orang-orang Kristen. Kenapa sasaran saya tertuju kepada orang-orang
Kristen? Karena Kristen merupakan ancaman yang sangat membahayakan bagi
kehidupan generasi Islam yang akan datang. Disamping itu ajaran
keKristenan merupakan lawan bubuyutan yang terang-terangan bertentangan
dan menjungkirbalikkan aqidah iman orang Islam yang berazaskan
ketauqidtan (keesaan) Allah SWT.
Di antara salah satu pertentangannya:
1.
Masalah Dogma TRINITAS, TRITUNGGAL yaitu: Allah Bapa, Allah Anak, Allah
Roh Kudus. Hal ini dikecam keras ole Qs. Al Maaidah 5:73.
"
Laqod kafarol ladziina qoluu innallaha tsalitsutsalatsa, wamaa min
ilaahin illaa ilaahun wakhid". Artinya: "Sesungguhnya kafirlah
orang-orang yang mengatakan 'Bahwasanya Allah salah satu dari yang
tiga', padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa". Qs.
5:73
Dengan demikian disebut kafir kalau ada orang
yang mengatakan Allah itu tiga. Sebab iman orang Islam menegaskan bahwa
Allah itu Esa.
"Qul hu wallaahu akhad".
"Katakanlah: "Dialah Allah , Yang Maha Esa"
(Qs. Al Iklash 112:1)
2. Agama Kristen mengajarkan bahwa itu mempunyai Anak, yang disebut dengan istilah Anak Allah.
Hal ini disangkal keras oleh Al Qur'an.
"Lam yalid wa lam yulad".
"Dia (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan" (Qs. Al Ikhlas 112:3)
"rabbinaa maattakhoda shokhibatan walaa walada".
"Tuhan tidak beristri dan tidak pula beranak".
(Qs. Al Jin 72:3)
3.
Kristen menekankan bahwa Isa Almasih itu Allah atau Tuhan. Inilah yang
sangat ditolak oleh seluruh lapisan umat Islam dari golongan orang yang
paling awam sampai ke tingkat golongan orang yang sangat cendekiawan.
Sebab hal ini sangat dikecam oleh Al Qur'an dengan keras dan tegas:
"Laqod kafarol ladziina qooluu innalloha huwal masiikhubnu maryama".
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "sesungguhnya Allah ialah Al Masih putra Maryam".
(Qs. Maaidah 5:72)
4.
Orang Kristen mengimani dan mempercayai bahwa Yesus (Isa) itu mati
dibunuh dan disalib, hal ini juga disanggah dengan tegas oleh Al Qur'an.
"Wa
qoulihim innaa qotalnal masiikha 'iisabna maryama rosulallahi wamma
qotaluhuu wa maa shalabuhu walaakim syubbiha lahum, wa innalladzii nakh
talafuu fiihi lafi syakin minhu, maa lahum bihii min 'ilmin illaa tiba
'adhdhonni wa maa qotaluhu yaqiina".
"
Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,
Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan
tidak menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih paham (tentang) pembunuhan Isa, benar-benar dalam
keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan
tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,
mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa"
(Qs. An Nissa 4:157)
5. Kitab orang Kristen yang dipegang sekarang sudah tidak suci atau asli lagi, karena sudah disembunyikan dan dirubah.
"Yaa
ahlal kitaabi qod jaa akum rasuulunaa yubayyinu lakum katsiirom mimmaa
kuntum tukhfuuna minal kitaabi waya'fuu an katsiriin, qod jaa akum
minallahi nurun wa kitabun mubiin".
"
Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu rasul kami,
menjelaskan kepadamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan, dan
banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu
cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan"
(Qs. Al Maaidah 5:15)
"Afatath mauuna anyu 'minuulakum wakoq kana fariqun minhum yasmauna
kalaamallahitsumma yukharrifunahu minba 'dimaa 'aqo luuhu wahum ya 'lamuun"
"Apakah
kamu masih mengharapkan: mereka akan percaya kepadamu, padahal
segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya
setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui"
(Qs. Al Baqarah 2:75)
Dengan
pernyataan ayat-ayat itu serta ditambah dengan dukungan penjelasan
Injil Barnabas yang pada waktu itu saya baca sebagai rujukan. Dimana
kesimpulan penjelasan Injil Barnabas mengatakan bahwa: yang disebut atau
dikatakan Mesias (Penyelamat) dan Imam Mahdi (Iman Agung) itu adalah
Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Melihat data-data yang cukup akurat dan
kuat, maka dengan demikian orang Kristen telah distempel dengan label
atau dicap dengan sebutan ORANG KAFIR.
Melalui semua penjelasan
pernyataan diatas serta dengan sebuah pegangan keyakinan Al Qur'an Surat
Ali Imran ayat 19 yang demikian bunyinya:
"Innad diina 'indalllahil Islam",
"Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam"
(Qs. 3:19)
Dengan
kata lain hanya agama Islam yang diridhai Allah, hanya agama Islam yang
diterima Allah, hanya agama Islam yang dibenarkan Allah, maka semua
agama selain islam tidak benar, dengan demikian semua pengikut agama
selain Islam orangnya disebut KAFIR.
Melihat kenyataan seperti itulah
saya merasa kasihan terhadap orang-orang yang memegang keyakinan ajaran
iman keKristenan yang menyembah Nabi Isa Al Masih sebagai Allah Yang
Maha Pengasih, Allah Yang Maha Pengampun dosa, Allah yang menyelamatkan
umat manusia. Padahal ajaran agama Islam mengatakan Allah itu Mukholafatuhu Lilkhawadhisi
(wujud-Nya tidak serupa denga makhluq-Nya). Mengapa Isa Almasih
dianggap sebagai Allah yang kelihatan (Kolose 1:15). Sangat mengherankan
sebodoh itukah semua orang Kristen, begitu butanya mata rohani semua
umat Kristen di dunia ini. Sungguh kasihan benar kalau akhirnya semua
orang Kristen itu nanti jadi bahan bakar api neraka jahanam.
Maka
dari itu saya berambisi sekali untuk menjelaskan keimanan Islam kepada
orang Kristen supaya tidak menyimpang jauh dari imannya. Tetapi ketika
saya membaca sebuah majalah rohani orang Kristen, di situ saya temukan
penjelasan seorang pendeta yang menguraikan tentang keesaan Tuhan yang
diambil dari Ulangan 6:4
"Shema Yisrael Yahweh Elohinu Yahweh Ekhad"
artinya: "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!".
Ternyata
orang Kristen sendiri tidak mengimani bahwa Allah itu tiga, tidak
seperti yang saya bayangkan selama itu. Jadi sebelum saya pergi
mengislamkan orang Kristen, saya memutuskan terlebih dahulu untuk
mempelajari tentang iman orang Kristen yang sebenarnya.
Di awal tahun
1997 itulah secepatnya saya melangkah keluar rumah, berangkat menuju ke
salah satu daerah Jawa Tengah untuk syiar agama Islam dengan sasaran
langsung terjun campur dan berbaur ke rumah orang Kristen untuk
mendialogkan keyakinan, keimanan dan kebenaran Ilahi yang hakiki. Setiap
hari saya beradu argumentasi bahkan sampai berbulan-bulan saya
perdebatkan dengan orang-orang Kristen yang sedang belajar di meja
theologia maupun yang sudah menyandang gelar S.Th sampai M.Th, tapi tak
satupun orang Kristen pada waktu itu yang sanggup menyanggah dan
menggoyahkan keyakinan iman Islam saya, bahkan seringkali saya serang
dengan bermacam-macam pertanyaan yang membuat mereka glepotan dan
keteteran di dalam memberikan jawaban yang selalu berputar-putar dan
sangat menyimpang dari sasaran kebenaran yang semakin membingungkan
pikiran.